Author
Petrik Matanasi
DOI: https://doi.org/10.19184/jhis.v9i2.53702
Keywords: Korps Barisan Tjakra Madoera, Tapal Kuda, Revolusi Indonesia, Militer Madura, Sejarah Lokal
Penelitian ini mengkaji keberadaan dan peran Korps Barisan Tjakra Madoera sebagai pasukan lokal yang beroperasi di wilayah Tapal Kuda Jawa Timur pada masa Revolusi Indonesia (1947–1950). Korps ini merupakan kelanjutan dari Korps Barisan Madoera bentukan pemerintah kolonial Hindia Belanda dan kembali diaktifkan oleh pihak Belanda setelah pendudukan Jepang berakhir. Dengan menggunakan metode sejarah, penelitian ini menelusuri proses pembentukan, struktur organisasi, aktivitas militer, dan transformasi politik korps tersebut dalam konteks perubahan sosial dan militer di Jawa Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Korps Barisan Tjakra Madoera berperan signifikan dalam mendukung kekuatan Belanda, terutama di kawasan Tapal Kuda yang didominasi oleh penutur bahasa Madura. Selain menjalankan fungsi militer, korps ini juga menjadi instrumen politik Belanda dalam membentuk Negara Madura dan Negara Jawa Timur selama periode federal. Namun, setelah pengakuan kedaulatan Republik Indonesia tahun 1950, sebagian besar anggota Tjakra memilih bergabung dengan TNI, menandai integrasi sosial-militer baru bagi masyarakat Madura pasca revolusi. Penelitian ini menegaskan pentingnya melihat dimensi lokal dalam sejarah revolusi Indonesia serta kompleksitas loyalitas politik masyarakat daerah pada masa transisi kolonial ke kemerdekaan.
Aansporing tot samenworking. Het Dagblad 5 April 1949.
Arsip Kartu Tawanan Perang Jepang: Doedens, Jan, Balthazar.
Arsip Muhammad Bondan 498: Daftar nama-nama orang Indonesia yang tinggal di Brisbane.
Arsip Register Militaire Willemsorde 4e klaase nomor 4258: Kaij Djaeng Logo.
Arsip Register Militaire Willemsorde 4e klaase nomor 5301: Baidin
Banjak Guerilla Mendaftarkan Diri di Djawa Timoer. Sin Po 24 Maret 1949.
Berichten Uit Madoera. Nieuwe Courant 16 Agustus 1947.
Bouman, B. Van Driekleur tot Rood-Wit. De Indonesische officieren uit het KNIL 1900-1950.1995. Den Haag: Historical Section of the Royal Netherlands Army.
Bunga Rampai Perjuangan dan Pengorbanan IV.1991. Markas Besar Legiun Veteran: Jakarta.
Dat it Madoera, Het Dagblad 17 Agustus 1947.
In de Hoek, Nieuwe Courant, 10 Mei 1947.
Kan Po nomor 32 tahun 2603.1943. Hlm.43
Kijahi’s Vereniging Wacht Allen op de Kans. Nieuwe Courant 3 Juni 1947.
Korps Barisan Tjakra. Nieuwe Courant 9 Juli 1949
Kuntowijoyo. 2002. Perubahan Sosial dalam Masyarakat Agraris: Madura 1850-1940. Lintas Buku: Yogyakarta
Lof’s voor Tjakra’s, De Vrije Pers. 1 Desember 1950.
Madoera Veiligheids Bataljon. De Vrije Pers, 6 Januari 1950.
Madoera’s Volksvertegen Woordiging. Nieuwe Courant, 8 Juni 1948.
Moordenaar voo de Krijgsraad. De Vrije Pers 26 April 1949
MPB Manus et al. 1993. Tokoh-tokoh Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia II.
Nasution, A.H., 1963. Tentara Nasional Indonesia Volume 3. Ganaco: Bandung.
Ramadhani, A.C & Kasdi, A. Keberadaan Barisan Tjakra Madoera 1947-1950. Jurnal Avatara. Volume 4 Nomor 3 Oktober 2016, hlm. 753.
Schenking van de BPM, De Locomotief. 8 Desember 1947.
Sjoerd Albert Lapre. 1987. Het Andjing NICA Bataljon KNIL in Nederlands-Indie 1945-1950. Ermelo. Lapre.
Suyono, R.P. 2003. Peperangan Kerajaan di Nusantara. Grasindo: Jakarta.
Thans 2000 Man Lof Voor Korps Barisan Tjakra Madoera. De vrije Pers 8 April 1949.
TRI Majoor nu Luitenant Tjakra. Algemeen Indisch Dagblad 23 September 1947.
Published
2025-12-08
Petrik Matanasi. (2025). MATJAN KETAWA KE TAPAL KUDA: KORPS BARISAN TJAKRA MADOERA DALAM REVOLUSI DI JAWA TIMUR (1947-1950). JURNAL HISTORICA, 9(2), 174–185. https://doi.org/10.19184/jhis.v9i2.53702
Issue
Pages
174-185
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Historica Universitas Jember