Author
Gusti Ngurah Ary Kesuma Puja
Universitas Jember, Indonesia
I Kadek Surya Jayadi
Universitas Udayana, Indonesia
DOI: https://doi.org/10.19184/jhis.v9i2.53710
Keywords: Kawitan, Morfologi, Arca Perwujudan, Atribut
Masyarakat Pulau Bali dikenal secara mayoritas penganut Agama Hindu, namun Agama Hindu ini melebur dengan kepercayaan animisme. Konsep pura kawitan merupakan hasil dari peleburan tersebut, dimana masyarakat memuja dewa dalam konsep Agama Hindu sekaligus nenek moyang mereka. Salah satu pura kawitan yang menarik untuk dikaji adalah Pura Kawitan Arya Wang Bang Pinatih Tebesaya karena terdapat arca unik yang tidak sesuai dengan pakem leluhur dari pemilik pura kawitan ini. Arca tersebut adalah arca perwujudan yang terdapat di depan pintu masuk pura. Kedua arca ini memiliki atribut masing-masing yang dapat digunakan sebagai data analisis. Tepatnya dalam kajian ini menerapkan analisis morfologi sehingga kajian ini akan menitikberatkan kepada bentuk dari beberapa atribut yang melekat di kedua arca tersebut. Diluar itu, analisis kontekstual terhadap data lain juga akan melengkapi data analisis dan dasar interpretasi di dalam kajian ini. Melalui kedua analisis ini dapat diketahui bahwa kedua arca ini bukan sosok sembarangan sehingga dapat menimbulkan analisis lanjutan terkait kenapa kedua arca ini diletakan di pura ini dan sedikit memberikan jalan untuk melihat lebih jauh terkait sejarah sosial-politik di wilayah ini yang berhubungan langsung dengan leluhur dari pemilik pura.
Danandjaja, James. 1994. Folklor Indonesia: Ilmu Gosip, Dongeng, dan lain lain. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti
Departemen Pendidikan Nasional. 1999. Metode Penelitian Arkeologi. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional
Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman. 2013. Candi Indonesia: Seri Jawa. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Handayani dan I Made Subandia. 1998. Transliterasi dan Terjemahan Teks Bancangah Arya Pinatih. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
Istari, T.M. Rita. 2015. Ragam Hias Candi-Candi di Jawa. Yogyakarta: Kepel Press
Jayadi, I Kadek dan kawan kawan. 2024. Laporan Inventarisasi Objek Cagar Budaya Pura Desa Bale Agung dan Pura Puseh Desa Adat Tonja. Denpasar: Dinas Kebudayaan Kota Denpasar
Koentjaraningrat. 2009. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta
Maulana, Ratnaesih. 1997. Ikonografi Hindu. Jakarta: Fakultas Sastra Universitas Indonesia.
Rahayu, Enni Dwi dan kawan-kawan. 2024. Nilai-Nilai Relief Bubukshah Gagang Aking Terhadap Penguatan Karakter Kebhinekaan Peserta Didik. Malang: Universitas Negeri Malang
Rema, Nyoman. 2014. Tradisi Pemujaan Leluhur pada Masyarakat Hindu di Bali. Denpasar: Balai Arkeologi Denpasar
Sidemen, Purwa. 2019. Perangkat Pemujaan Sulinggih: Saiwa Budha Bhujangga Waisnawa. Denpasar: UNHI Press
Subawa, Ida Bagus Gede. 2024. Agama Hindu dan Budaya Bali: Warisan Leluhur dalam Kehidupan Modern dalam Kamaya: Jurnal Ilmu Agama. Denpasar: Jayapangus Press
Tanudirjo, Daud. A. 2019. Kuasa Makna: Perspektif Baru dalam Arkeologi Indonesia. Yogyakarta: Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada
Winanti, Ni Putu. 2009. Pura Keluarga dan Pratima. Denpasar: Pustaka.
Published
2025-12-08
Gusti Ngurah Ary Kesuma Puja, & I Kadek Surya Jayadi. (2025). ARCA PERWUJUDAN DI PURA KAWITAN ARYA WANG BANG PINATIH BANJAR TEBESAYA. JURNAL HISTORICA, 9(2), 301–309. https://doi.org/10.19184/jhis.v9i2.53710
Issue
Pages
301-309
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Historica Universitas Jember